“Tinggallah seekor katak di sebuah kubangan… Selama ini, dari kejauhan ia selalu memperhatikan seekor kupu-kupu cantik yang beterbangan di sekitar taman… Kupu-kupu ini selalu di dekati oleh banyak hewan lainnya, ada seekor macan yang gagah berani dan kuat, seekor gajah yang dengan postur tubuhnya besar ditakuti oleh banyak hewan lain, seekor kucing manis yang dengan kelihaiannya mampu menundukan banyak hewan betina dan seekor burung manokwari yang mempesona banyak wanita karena keindahan bulu-bulu di tubuhnya…. Pada suatu hari, si katak memberanikan diri untuk mendekati si kupu-kupu, dan mengutarakan perasaannya kepada si kupu-kupu… Dan dengan sombongnya, si kupu-kupu menghina dan menyuruh si katak pergi dari hadapannya… “berani-beraninya kamu mendekatiku dan mengatakan cinta, sadarkah kamu betapa jeleknya dirimu??!! Pergi kamu dari sini…. Dengan tetap tersenyum si katak mengatakan, “ok, aku akan pergi tapi aku akan menjadi orang pertama yang bersedia menemani mu saat kamu sedang sedih…” akhirnya si katak pun pergi… dimulailah perjalanan cinta si kupu-kupu, ia berpacaran dengan si macan yang kuat, awalnya si kupu-kupu merasa senang dan bangga, karena merasa bisa dilindungi dan dicintai oleh si macan, namun lama-kelamaan si macan menjadi kasar dan cenderung protektif terhadapnya, si kupu-kupu pun akhirnya tidak tahan dan memutuskan hubungan dengan si macan…. Setelah itu, si kucing dengan mulut manisnya, dia mampu ‘menundukkan’ si kupu-kupu, akhirnya mereka pun menjalin hubungan…. Hampir tiap hari si kupu-kupu disanjung dengan kata-kata manis dari si kucing, dan membuatnya terbuai.. tanpa disadari, ternyata si kucing adalah seorang playboy, ia juga berkata-kata manis terhadap setiap hewan betina cantik lainnya dan si kucing juga suka selingkuh… akhirnya si kupu-kupu mengetahuinya, dan memutuskan hubungan dengan si kucing… sekali lagi si kupu-kupu mengalami kegagalan dalam kehidupan cintanya… ia bersedih hati, karena sudah 2 kali ia dikecewakan…
Selang beberapa lama, muncul lah si burung manokwari… karena bulunya yang indah, si kupu-kupu pun mulai menyukainya, lagipula yang menyukai burung manokwari itu sangat banyak, ia akan merasa bangga jika bisa menjadi kekasih si burung manokwari… jadilah 2 pasangan ini sebagai pasangan yang paling serasi di hutan tersebut, karena mereka sama-sama ‘cantik’… awal selalu indah, mereka hidup bahagia selama pacaran… namun, karena merasa sebagai hewan yang paling ‘indah’, burung manokwari selalu sibuk mengurus dirinya sendiri, dan saat bertemu dengan kupu-kupu pun, si burung manokwari hanya untuk memenuhi kebutuhan seksualnya semata. ketidakbahagiaan terhadap hubungannya dengan si burung manokwari, membuat si kupu-kupu memutuskan untuk pisah…. Si kupu-kupu menjadi sedih, bukan karena ia putus, tetapi karena merasakan kegagalan berulang kali dalam kehidupan cintanya…
Pada suatu hari, saat si kupu-kupu sedang bersedih dan merenung mengenai kehidupannya, datanglah si katak yang dulu pernah ditolaknya…. Tanpa berbicara apa-apa, si katak hanya datang mendekat dan mendengarkan semua keluh kesah si kupu-kupu… lalu setelah si kupu-kupu cukup puas untuk mencurahkan semua kegundahan dan kesedihan dalam hatinya, kembali lagi si katak memberanikan diri untuk mengatakan, “pu-pu, maukah kamu jadi pacarku?!!” si kupu-kupu pun kaget…. Lalu ia bertanya, “hai katak, mengapa kamu begitu bodoh?!! Aku sudah pernah menolakmu, tetapi sekarang kamu datang lagi kesini untuk memintaku jadi pacarmu… apa yang kamu harapkan dari ku??!! Aku hanya seekor kupu-kupu yang disia-siakan… sudah tidak ada lagi kebanggaan dari diriku yang bisa kutunjukkan… dengan tersenyum si katak berkata, “aku tidak bodoh, aku hanya meyakini perasaan ku, dan aku tidak mau membiarkan logika ku membutakan perasaan ku… Dari dulu, aku tidak pernah melihat sisi keindahan mu yang dicari-cari oleh hewan lain…. Aku hny melihatmu sebagai seekor kupu-kupu yang kesepian, dibalik tubuh indahmu…. Mendengar hal itu, si kupu-kupu pun menangis dan menyesali betapa bodohnya ia selama ini… dan si kupu-kupu pun menerima si katak menjadi pacarnya, lalu tiba-tiba, si katak berubah menjadi pangeran yang sangat tampan… betapa terkejutnya si kupu-kupu saat itu… karena pengalamannya selama ini yang dikecewakan oleh mereka yang memiliki ‘keindahan’, si kupu-kupu pun bertanya, “Sekarang kamu sudah menjadi pangeran, masih tetapkah kamu mau menjadi pacarku?! Kamu bisa mendapatkan banyak wanita cantik sekarang…. Lalu si pangeran menjawab, “karena cinta ku kepada mu, makanya aku bisa menjadi seorang pangeran, dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu…. Lalu seketika itu juga, si kupu-kupu, berubah menjadi seorang putri yang cantik jelita…. Dan akhirnya mereka hidup bahagia untuk selamanya….
Hahahaha… sudah puas baca ceritanya??!! Sampai nangis ga??!! Hehe… bukannya nangis, saya yakin pasti teman-teman malah tertawa… Mana mungkin hewan yang berbeda jenis bisa pacaran…(orang yang aneh)… tenang-tenang saya tau kalau dibaca secara harafiah, cerita diatas memang aneh.. dari cerita itu, saya hanya ingin mengungkapkan bagaimana selama ini, (mungkin anda salah satunya) yang selalu mengaburkan nilai terhadap cinta adalah kekuasaan atau harta (harimau), kelicikan dan manisnya kata-kata (kucing), serta ketampanan atau kecantikan (burung manokwari)… betapa seringnya manusia selalu melihat segala sesuatu dari tampak luarnya dan mengatakan saya telah dibutakan oleh cinta…. Hahaha… hei.. tunggu dulu, jika kamu merasa salah memilih wanita atau pria sebagai pasangan mu, dikarenakan kamu melihat 3 hal diatas, itu bukan cinta yang membutakan kamu…. Cinta tidak pernah buta, yang membutakan kamu itu adalah logika dan keegoisan mu…. Jangan pernah menyalahkan cinta sebagai bentuk kekeliruan mu dalam melakukan hal-hal yang didasari oleh pikiran mu… pernahkah anda melihat saat seorang pria atau wanita (mungkin juga orang terdekat atau anda sendiri), memberikan apa saja yang dipunya kepada pasangannya (pacar), padahal dia adalah seorang pembohong, playboy, matre, narsistik dan bentuk-bentuk keserakahan lainnya, kemudian mengatakan, “dasar cinta itu memang buta”…. Yah, untuk cerita diatas, si macan, kucing dan burung manokwari memang cinta dengan si kupu-kupu, begitupun sebaliknya. Tetapi cinta seperti apa yang dimiliki mereka…begitupula dengan para pembaca, cinta jenis apa yang selama ini kalian berikan dan kalian inginkan???!! Cinta seperti macan, dengan kekuasaan dan hartanya, mempersembahkan cinta untuk mengekang si kupu-kupu.. kucing dengan kelicikan dan keserakahannya, ingin mengumpulkan ‘cinta’ sebanyak-banyaknya demi memuaskan kebutuhannya untuk diperhatikan dan dicintai orang lain.. cinta seperti burung manokwari, yang hanya dilandaskan pada kebutuhannya untuk memenuhi hasrat seksual.. ataukah si katak, yang dengan ketulusan dan kesabarannya ingin memberikan cinta kepada orang lain, baik di saat suka maupun duka??!! Akhir kata… Ingatlah bahwa cinta sejati, bukanlah cinta yang mengambil, tetapi cinta yang memberi…. Cinta sejati tidak pernah memaksa, mereka tulus dan tidak ingin mengekang kebebasan orang lain…
Selang beberapa lama, muncul lah si burung manokwari… karena bulunya yang indah, si kupu-kupu pun mulai menyukainya, lagipula yang menyukai burung manokwari itu sangat banyak, ia akan merasa bangga jika bisa menjadi kekasih si burung manokwari… jadilah 2 pasangan ini sebagai pasangan yang paling serasi di hutan tersebut, karena mereka sama-sama ‘cantik’… awal selalu indah, mereka hidup bahagia selama pacaran… namun, karena merasa sebagai hewan yang paling ‘indah’, burung manokwari selalu sibuk mengurus dirinya sendiri, dan saat bertemu dengan kupu-kupu pun, si burung manokwari hanya untuk memenuhi kebutuhan seksualnya semata. ketidakbahagiaan terhadap hubungannya dengan si burung manokwari, membuat si kupu-kupu memutuskan untuk pisah…. Si kupu-kupu menjadi sedih, bukan karena ia putus, tetapi karena merasakan kegagalan berulang kali dalam kehidupan cintanya…
Pada suatu hari, saat si kupu-kupu sedang bersedih dan merenung mengenai kehidupannya, datanglah si katak yang dulu pernah ditolaknya…. Tanpa berbicara apa-apa, si katak hanya datang mendekat dan mendengarkan semua keluh kesah si kupu-kupu… lalu setelah si kupu-kupu cukup puas untuk mencurahkan semua kegundahan dan kesedihan dalam hatinya, kembali lagi si katak memberanikan diri untuk mengatakan, “pu-pu, maukah kamu jadi pacarku?!!” si kupu-kupu pun kaget…. Lalu ia bertanya, “hai katak, mengapa kamu begitu bodoh?!! Aku sudah pernah menolakmu, tetapi sekarang kamu datang lagi kesini untuk memintaku jadi pacarmu… apa yang kamu harapkan dari ku??!! Aku hanya seekor kupu-kupu yang disia-siakan… sudah tidak ada lagi kebanggaan dari diriku yang bisa kutunjukkan… dengan tersenyum si katak berkata, “aku tidak bodoh, aku hanya meyakini perasaan ku, dan aku tidak mau membiarkan logika ku membutakan perasaan ku… Dari dulu, aku tidak pernah melihat sisi keindahan mu yang dicari-cari oleh hewan lain…. Aku hny melihatmu sebagai seekor kupu-kupu yang kesepian, dibalik tubuh indahmu…. Mendengar hal itu, si kupu-kupu pun menangis dan menyesali betapa bodohnya ia selama ini… dan si kupu-kupu pun menerima si katak menjadi pacarnya, lalu tiba-tiba, si katak berubah menjadi pangeran yang sangat tampan… betapa terkejutnya si kupu-kupu saat itu… karena pengalamannya selama ini yang dikecewakan oleh mereka yang memiliki ‘keindahan’, si kupu-kupu pun bertanya, “Sekarang kamu sudah menjadi pangeran, masih tetapkah kamu mau menjadi pacarku?! Kamu bisa mendapatkan banyak wanita cantik sekarang…. Lalu si pangeran menjawab, “karena cinta ku kepada mu, makanya aku bisa menjadi seorang pangeran, dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu…. Lalu seketika itu juga, si kupu-kupu, berubah menjadi seorang putri yang cantik jelita…. Dan akhirnya mereka hidup bahagia untuk selamanya….
Hahahaha… sudah puas baca ceritanya??!! Sampai nangis ga??!! Hehe… bukannya nangis, saya yakin pasti teman-teman malah tertawa… Mana mungkin hewan yang berbeda jenis bisa pacaran…(orang yang aneh)… tenang-tenang saya tau kalau dibaca secara harafiah, cerita diatas memang aneh.. dari cerita itu, saya hanya ingin mengungkapkan bagaimana selama ini, (mungkin anda salah satunya) yang selalu mengaburkan nilai terhadap cinta adalah kekuasaan atau harta (harimau), kelicikan dan manisnya kata-kata (kucing), serta ketampanan atau kecantikan (burung manokwari)… betapa seringnya manusia selalu melihat segala sesuatu dari tampak luarnya dan mengatakan saya telah dibutakan oleh cinta…. Hahaha… hei.. tunggu dulu, jika kamu merasa salah memilih wanita atau pria sebagai pasangan mu, dikarenakan kamu melihat 3 hal diatas, itu bukan cinta yang membutakan kamu…. Cinta tidak pernah buta, yang membutakan kamu itu adalah logika dan keegoisan mu…. Jangan pernah menyalahkan cinta sebagai bentuk kekeliruan mu dalam melakukan hal-hal yang didasari oleh pikiran mu… pernahkah anda melihat saat seorang pria atau wanita (mungkin juga orang terdekat atau anda sendiri), memberikan apa saja yang dipunya kepada pasangannya (pacar), padahal dia adalah seorang pembohong, playboy, matre, narsistik dan bentuk-bentuk keserakahan lainnya, kemudian mengatakan, “dasar cinta itu memang buta”…. Yah, untuk cerita diatas, si macan, kucing dan burung manokwari memang cinta dengan si kupu-kupu, begitupun sebaliknya. Tetapi cinta seperti apa yang dimiliki mereka…begitupula dengan para pembaca, cinta jenis apa yang selama ini kalian berikan dan kalian inginkan???!! Cinta seperti macan, dengan kekuasaan dan hartanya, mempersembahkan cinta untuk mengekang si kupu-kupu.. kucing dengan kelicikan dan keserakahannya, ingin mengumpulkan ‘cinta’ sebanyak-banyaknya demi memuaskan kebutuhannya untuk diperhatikan dan dicintai orang lain.. cinta seperti burung manokwari, yang hanya dilandaskan pada kebutuhannya untuk memenuhi hasrat seksual.. ataukah si katak, yang dengan ketulusan dan kesabarannya ingin memberikan cinta kepada orang lain, baik di saat suka maupun duka??!! Akhir kata… Ingatlah bahwa cinta sejati, bukanlah cinta yang mengambil, tetapi cinta yang memberi…. Cinta sejati tidak pernah memaksa, mereka tulus dan tidak ingin mengekang kebebasan orang lain…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Now it's your turn to say what you think